Nama :
Vega Gusti Ranov
Nim : 12162838
Kelas
: 12.5D.01
Dosen : Prasojo Herdy Susanto
Fungsi-fungsi
protokol
Protokol adalah suatu aturan yang mendefinisikan fungsi
yang terdapat di dalam sebuah Jaringan komputer, seperti misalnya mengirimkan
pesan, mengirimkan data, mengirimkan informasi dan fungsi lainnya yang harus
dipenuhi oleh sisi pengirim dan penerima supaya komunikasi dapat berlangsung
dengan baik dan benar walaupun sistem yang terdapat dalam jaringan tersebut
berbeda.
Atau
definisi dari protokol adalah perangkat aturan yang dipakai di dalam jaringan,
protokol ialah suatu aturan main yang menata atau mengatur komunikasi antar
beberapa komputer dalam sebuah jaringan sehingga komputer anggota dari jaringan
dan komputer yang berbeda platfrom dapat saling mengirimkan informasi dan
saling berkomunikasi.
Berikut
Fungsi-fungsi dari Protokol diataranya adalah :
Ø
ICMP
-
Membantu proses
error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan.
-
Membantu control
procedure atau prosedur pada sebuah jaringan.
-
Menyediakan
pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan
jaringan.
Ø
POP3
-
Fungsi utama dari
POP3 adalah untuk menyimpan sementara email yang terkirim didalam sebuah
server, dan kemudian meneruskannya ke dalam email cilent, diamana baru akan
terespon ketika email tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (dalam hal
ini adalah mereka yang memegang username dan juga password dari alamat email).
Ø
SMTP
-
Protocol pada
jaringan internet yang berungsi untuk mengirimkann email pesan agar tepat waktu
dan effisien kepada penerima.
Ø
FTP
-
Fungsi FTP (File Transfer Protokol) secara umum adalah
untuk pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP.
Ø
ARP
-
Untuk keperluan mapping IP address ke Alamat Ethernet
maka di buat protokol ARP (Address Resolution Protocol). Proses mapping ini
dilakukan hanya untuk datagram yaang dikirim host karena pada saat inilah host
menambahkan header Ethernet pada datagram. Penerjemahan dari IP address ke
alamat Ethernet dilakukan dengan melihat sebuah tabel yang disebut sebagai
cache ARP, lihat tabel 1. Entri cache ARP berisi IP address host beserta alamat
Ethernet untuk host tersebut. Tabel ini diperlukan karena tidak ada hubungan
sama sekali antara IP address dengan alamat Ethernet. IP address suatu host
bergantung pada IP address jaringan tempat host tersebut berada, sementara
alamat Ethernet sebuah card bergantung pada alamat yang diberikan oleh
pembuatnya.
Pengertian dan Perbedaan IPV4
dan IPV6 Dalam Jaringan
Pengertian
dan perbedaan IPV4 dan IPV6 serta kelebihan dan kekurangan IPV4 dan IPV6 serta
fungsi IPV4 dan IPV6 dalam jaringan internet komputer tentu penting sekali
untuk diketahui, dengan penjelasan sebagai berikut :
Pengertian
IPV4
Internet
Protokol 4 atau IPV4 yaitu jenis jaringan internet yang dipakai pada protocol
jaringan IP/TCP memakai protocol IP pada versi 4. Adapun total panjangnya yaitu
32 bit, secara teoritis bisa mengatasi sampai 4 miliar komputer house maupun
lebih, yakni tepatnya sekitar 4.294.967.296 host yang ada di seluruh dunia.
Dimana jumlah host didapatkan dari
256 kemudian dipangkat 4, dengan begitu nilai maksimal alamat IP untuk versi 4
ini yaitu 255.255.255.255 yang mana nilai tersebut dihitung mulai dari nol,
dengan begitu nilai total host yang bisa ditampung yakni 256 x 256 x 256 x 256
dengan total 4.294.967.296 host. Saat host di seluruh dunia telah melebihi
kuota tadi maka diciptakanlah IPV6 atau IP versi 6.
Pengertian IPV6
IPV6 merupakan internet
protocol dengan peranan untuk menggantikan versi IP saat ini, yakni IPV4 yang
dipakai hampir selama 2 dekade. Adapun alasan utama melakukan upgrading menuju
IPV6 ini yaitu disebabkan oleh persoalan IP Address. Berdasarkan InterNIC
sendiri mereka telah kehabisan alamat IP pada kelas A dan B kemudian sekarang
menuju ke kelas C.
Saat ini mereka tak memiliki pilihan yang lain kecuali dengan melakukan
upgrade IP menuju versi yang lebih baik. Adapun tujuan dari konvigurasi IPV6
ini yaitu untuk dapat mengatasi persoalan keterbatasan.