Jenis-jenis Topologi Jaringan
Nama :
Vega Gusti Ranov
Nim :
12162838
Kelas :
12.5D.01
Dosen :
Prasojo Herdy Susanto
Topologi
Ring
Topologi ring merupakan jenis dari
topologi jaringan yang mana bentuk dari rangkaiannya masing masing tersambung
pada dua titik yang lainnya, Sehingga dapat membentuk seperti jalur lingkaran
menyerupai cincin. Biasanya kabel yang digunakan pada topologi ring adalah
kabel BNC yang tidak terdapat ujung sehingga tidak membutuhkan terminator.
Untuk membentuk jaringan cincin, maka setiap sentral perlu dihubungkan
seri antara satu dengan yang lainnya sehingga akan membentuk hubungan loop tertutup.
Dalam sistem topologi jaringan ini, setiap sentral memang dirancang untuk bisa
berinteraksi dengan sentral yang jaraknya berdekatan ataupun berjauhan.
Sehingga topologi ring ini memang memiliki kemampuan untuk bisa melakukan switching ke
segala arah workstation.
Kelebihan Topologi Ring
Berikut ini beberapa kelebihan dan
keunggulan dari topologi ring, antara lain adalah:
Ø
Mudah
dalam perancangan serta mengimplementasikannya.
Ø
Peforma
topologi ring lebih baik jika dibandingkan dengan topologi bus, bahkan meskipun
aliran data yang ada besar dan berat sekalipun.
Ø
Mudah
dalam melakukan konfigurasi serta installasi perangkat baru.
Ø
Mudah
untuk melakukan diagnosa, pengisolasian kesalahan, serta kerusakan yang ada di
dalam jaringan dikarenakan konfigurasi yang ada menggunakan sistem point on point.
Ø
Penggunaan
kabel yang cukup hemat.
Ø
Aliran
data yang mengalir akan lebih cepat serta mampu menangani lalu lintas data yang
tinggi sekalipun karena jenis topologi jaringan ini dapat melayani data yang
berasal dari kanan atau kiri server.
Ø
Tidak
akan terjadi resiko tabrakan di saat pengiriman data dikarenakan dalam satu
waktu hanya akan ada satu node yang bisa mengirimkan data.
Kekurangan Topologi Ring
Meskipun
memiliki banyak kelebihan, namun topologi ring juga memiliki beberapa
kekurangan yang mana perlu anda perhatikan antara lain adalah:
Ø
Jika terdapat kerusakan di satu node
maka hal tersebut akan menganggu seluruh jaringan yang ada, untuk mengatasinya
anda bisa menggunakan cincin ganda atau dual ring.
Ø
Pengembangan jaringan dirasa kurang
fleksibel, dikarenakan untuk memindahkan, menambahkan serta mengubah perangkat
jaringan akan mempengaruhi seluruh jaringan.
Ø
Komunikasi data akan sangat
tergantung dari jumlah node yang ada di dalma jaringan.
Ø
Membutuhkan penanganan serta
pengolahan yang lebih khusus untuk bandles.
Ø
Sinyal akan semakin melemah jika
jarak yang ditempuh agar dapat mencapai tujuan jauh.
TOPOLOGI DUAL RING
Untuk
cara kerjanya sendiri, pada topologi dual ring sama sengan topologi ring akan
tetapi topologi dual ring setiap node memiliki 2 sehingga setiap perangkat
nantinya dapat berkerja sama untuk mendapatkan sinyal dari sebelumnya dan
diteruskan ke node yang selanjutnya. Pada proses penerimaan sinyal serta
penerusan sinyal data akan dibantudengan alat yang bernama token. Setelah itu
topologi dual ring berfungsi sebagai backup transmission jika salah satu
node pada topologi tersebut tidak berfungsi.
Kelebihan Topologi Dual Ring
Berikut
ini beberapa kelebihan dan keunggulan topologi dual ring, antara lain adalah:
Ø Bisa sebagai backup transmission jika salah satu node pada
topologi tersebut tidak berfungsi.
Kekurangan
Topologi Dual Ring
Topologi
dual ring juga memiliki kekurangan yang mana perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:
Ø Lebih boros kabel.
Ø Saat pengimpletasi Topologi
ini cukup sulit, karena harus mengatur arah data agar tidak terjadi
colison.
Pengertian Topologi Bus
Topologi bus merupakan salah satu
jenis topologi yang sering digunakan pada jaringan berskala kecil. Pada
topologi bus seluruh perangkat jaringan terhubung pada kabel tunggal yang
disebut bus. Bus inilah yang kemudian menjadi pusat lalu lintas data dimana seluruh
perangkat jaringan berkomunikasi dengan perangkat jaringan lainnya yang sedang
terhubung.
Terdapat
dua jenis topologi bus, yang pertama ialah Linear Bus. Pada topologi
jaringan berjenis Linear Bus seluruh perangkat dalam jaringan tersebut
terhubung pada satu kabel tunggal dengan dua titik akhir pada masing-masing
ujung kabel. Kemudian jenis topologi bus yang kedua ialah Distributed Bus, yang membedakan topologi jenis ini dengan jenis topologi
yang pertama ialah terdapat cabang yang dibentuk pada kabel utama, dan setiap
cabang tersebut memiliki titik akhir tersendiri. Singkatnya distributed bus ini
adalah gabungan dari beberapa linear bus.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Bus
Berikut ini beberapa kelebihan
yang dimiliki oleh topologi bus:
1. Mudahnya menambahkan perangkat baru
Untuk menambahkan perangkat
baru pada topologi bus terbilang cukup mudah, anda hanya perlu menyambungkan
kabel menggunakan sebuah konektor dengan panjang secukupnya sehingga perangkat
tersebut dapat terhubung ke jaringan utama.
2. Biaya yang dibutuhkan lebih sedikit
Bila membandingkan biaya yang dibutuhkan antara topologi bus dengan topologi ring,
star atau hybrid, maka topologi bus adalah yang paling murah untuk
diimplementasikan. Hal tersebut disebabkan karena topologi bus hanya
membutuhkan satu kabel yang bertindak sebagai kabel utama dimana komunikasi
antar komputer berlansung.
3. Tidak membutuhkan hub atau switch
Disamping itu pada topologi
bus juga tidak membutuhkan hub atau switch untuk dapat bekerja, sebab sifat
linier dari jaringan tersebut memungkinkan data untuk mengalir bebas ke seluruh
jaringan. Namun meski demikian topologi bus juga membutuhkan sebuah terminator
yang harus dipasang ditiap ujung kabel utama untuk dapat berfungsi normal.
4. Terminator kabel tidak membutuhkan daya
Terminator yang digunakan pada
topologi bus merupakan perangkat yang bersifat pasif. Terminator terbuat dari
resistor dan kapasitor, yang mana artinya tidak membutuhkan daya untuk dapat
bekerja. Hal ini yang membuat topologi bus dapat diimplementasikan dimana saja
yang anda butuhkan.
Selain dengan kelebihan yang
telah dijelaskan diatas, topologi bus juga memiliki beberapa kekurangan bila
dibandingkan dengan topologi lainnya, yaitu:
1. Menambah perangkat akan memperlambat
jaringan
Melihat dari cara topologi bus
melakukan komunikasi dengan komputer lainnya, dapat disimpulkan bahwa semakin
banyak perangkat yang terhubung pada kabel utama maka semakin lama pula waktu
yang dibutuhkan untuk melakukan pertukaran data.
2. Masalah keamanan
Setiap komputer pada topologi
bus yang terhubung dengan kabel utama mampu untuk melihat seluruh transmisi
data yang sedang terjadi pada seluruh komputer lain. Hal inilah yang menjadi
masalah untuk keamanan pada topologi bus, sebab semua orang dapat melihat apa
yang orang lain sedang lakukan.
3. Kerusakan pada kabel utama akan
mempengaruhi seluruh jaringan
Dikarenakan kabel utama yang
menjadi pusat dari lalu lintas data, maka apabila terdapat sebuah kesalahan
kecil, maka akan berdampak pada seluruh jaringan. Dampak yang dihasilkan ini
dapat berupa kerusakan pada seluruh jaringan atau memecah jaringan menjadi dua
bagian.
Topologi Star
Apa
itu topologi star? Pengertian
Topologi Star atau topologi bintang adalah suatu metode atau cara
untuk menghubungkan dua atau lebih komputer dengan jaringan yang berbentuk
bintang (star), dimana topologi jaringan berupa kovergensi dari
node tengah ke setiap node/ pengguna, sehingga semua node atau titik terkoneksi
dengan node tengah tersebut.
Dinamai sebagai topologi bintang
karena memang secara desain rakitannya menyerupai bentuk bintang dengan satu
pusat server yang berada di tengah.Topologi star atau star network memiliki
prinsip kerja dengan sebuah control atau kendali terpusat dimana seluruh link
akan melalui pusat dan kemudian data disalurkan ke semua node atau node
tertentu yang dikehendaki server pusat. Dalam istilah teknologi informasi,
simpul pusat disebut sebagai stasiun primer sedangkan node-node yang terhubung
lainnya disebut sebagai stasiun sekunder atau client.
Dari pengertian topologi star
tersebut, tipe jaringan ini seringkali digunakan sebagai topologi jaringan
komputer di beberapa perusahaan yang menganut alur koordinasi terpusat.
Tujuannya adalah agar semua data yang dikirimkan terlebih dahulu disaring
melalui server pusat, baru kemudian disalurkan ke node lain.
Kelebihan Topologi Star
Ø
Dengan menggunakan tipe topologi ini
maka bisa digunakan untuk banyak perangkat komputer. Misalnya dalam satu
ruangan terdapat 30 komputer, maka penerapan topologi ini masih cukup mampu
untuk menghandle semuanya. Dibandingkan topologi bus yang hanya mampu menangani
tidak lebih dari 10 perangkat.
Ø
Jika terjadi kerusakan, maka
maintainence akan lebih mudah dilakukan. Anda hanya perlu melihat kondisi
kabel-kabel, hub atau switch atau langsung dari kondisi server. Biasanya eror
dialami dari komputer pusat sehingga tidak perlu mengecek perangkat komputer
lain yang terhubung.
Ø
Mengacu pada pengertian topologi
star dimana jaringan terbentuk secara konvergensi, maka jika terdapat komputer
client yang eror maka tidak akan mempengaruhi client yang lain. Perbaikan bisa
dilakukan langsung dari kabel yang terhubung dari komputer client yang rusak.
Ø
Kecepatan jaringan yang dihasilkan
sama besar antara masing-masing komputer client dengan server pusat.
Ø
Dalam pengaplikasiannya bisa
menggunakan beberapa tipe kabel yang berbeda, misalnya jika komputer client
tertentu membutuhkan jenis kabel yang berbeda, Ditambah lagi, topologi star ini
kompatibel dengan berbagai jenis kabel.
Ø
Jika ingin menambah komputer client,
maka tidak perlu instalasi ulang untuk semua komputer yang terhubung. Anda bisa
secara langsung menambahkan jaringan client baru dan dihubungkan dengan server
pusat.
2. Kekurangan Topologi Star
Ø Dari pengertian topologi star dijelaskan bahwa tipe jaringan
ini bisa digunakan untuk banyak perangkat komputer client, sehingga dalam
penerapannya akan membutuhkan banyak kabel.
Ø Jika terjadi kerusakan pada server pusat atau switch/ hub,
maka semua komputer client akan mengalami gangguan.
Ø Semakin banyak perangkat yang terhubung, maka semakin lamban
proses transfer datanya. Hal ini karena lalu lintas data yang padat dapa
menurunkan kecepatan transfer.
Ø Dengan banyaknya komponen yang digunakan, maka dalam
penerapannya membutuhkan biaya pembangunan yang relatif mahal. Ini karena
semakin banyak komputer client maka kabel yang dibutuhkan akan semakin banyak.
Topologi Mesh
Pengertian Topologi Mesh
Topologi mesh atau yang lebih
dikenal dengan topologi jala dikarenakan bentuknya yang memang menyerupai jala.
Topologi mesh merupakan bentuk hubungan yang ada antar perangkat dimana setiap
perangkat yang ada akan saling terhubung langsung dengan perangkat lainnya yang
ada di dalam satu jaringan tersebut.
Pada topologi mesh, setiap perangkat yang ada dapat berkomunikasi langsung
dengan perangkat lainnya dikarenakan perangkat akan saling terhubung yang
dikenal dengan dedicated links.
Komunikasi yang terjalin pada topologi mesh biasanya berjalan cepat dan dapat
digunakan untuk membangun jaringan yang skalanya tidak terlalu besar. Dalam membangun topologi mesih, ada beberapa
perhitungan yang harus anda lakukan dengan menggunakan rumus n(n-1)/2. Misalnya saja, ada 5 komputer yang ada di dalam satu
jaringan, maka kabel yang digunakan untuk bisa membangun dengan menggunakan
topologi mesh adalah 5(5-1)/2= 10 koneksi. Dan kemudian
masing-masing dari komputer diharuskan
untuk memiliki port I/O dengan jumlah 5-1=4. Untuk perhitungan rumus port
sendiri dapat dihitung dengan cara n-1.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Mesh
Berikut ini beberapa kelebihan yang
dimiliki oleh topologi mesh, antara lain adalah:
Ø
Topologi
mesh mempunyai hubungan dedicated link yang mana dapat menjamin jika data akan
langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melewati komputer lainnya.
Sehingga data tersebut dapat mengalir lebih cepat sampai tujuan.
Ø
Jenis
topologi mesh ini adalah robust, yaitu bila terjadi gangguan di dalam koneksi
komputer A dan komputer B dikarenakan adanya kerusakan pada kabel koneksi yang
ada pada antara komputer A dan komputer B maka gangguan tersebut tidak akan
menganggu koneksi yang ada pada komputer A dengan lainnya.
Ø
Pada
topologi mesh, security dan privacy dapat terjamin baik dikarenakan komunikasi yang
terjalin di antara kedua komputer tidak bisa diakses dengan komputer lainnya.
Ø
Mudah
dalam hal mengidentifikasikan masalah masalah kerusakan yang terjadi antar
jaringan komputer.
Tak hanya memiliki kelebihan, setiap jenis topologi
jaringan juga memiliki kekurangannya masing-masing
begitupun topologi mesh. Berikut ini beberapa kekurangan topologi mesh:
Ø
Pada
topologi mesh, membutuhkan kabel dan port I/O yang lebih banyak sehingga
semakin banyak komputer yang ada di dalam jaringan topologi mesh maka tentu saja
akan membutuhkan lebih banyak lagi kabel serta port I/O.
Ø
Sulit
dalam melakukan installasi serta konfigurasi dikarenakan setiap komputer harus
terkoneksi langsung.
Ø
Jaringan
komputer yang menggunakan topologi mesh akan sangat banyak menggunakan kabel, sehingga
tentu saja membutuhkan sebuah ruangan yang cukup besar ketika akan membangun
jaringan komputer tersebut.
Ø
Biaya
yang diperlukan untuk perawatan topologi jaringan ini lebih banyak dibandingkan
jaringan lainnya.
Ø
Jaringannya
yang tidak praktis.
Topologi Tree
Topologi
tree merupakan gabungan antara topologi bus dengan topologi star, dimana
jaringan dalam topologi ini merupakan kumpulan topologi star yang dihubungkan
dengan topologi bus. Jadi setiap client dikelompokkan dengan sebuah hub sebagai pusat komunikasi, seperti halnya
struktur jaringan dalam topologi star. Kemudian setiap pusat komunikasi ini
dihubungkan dengan pusat komunikasi lain menggunakan sebuah kabel utama seperti
dalam topologi bus.
Topologi tree atau topologi
pohon dinamakan demikian, karena jika digambarkan, bentuk jaringan ini
menyerupai bentuk pohon dengan cabang dan ranting. Dimana cabang memiliki
hierarki lebih tinggi dari ranting. Dalam jaringan topologi tree juga terdapat
herarki atau tingkatan jaringan, dimana jaringan dengan hierarki yang lebih
tinggi akan dapat mempengaruhi dan mengontrol jaringan yang terdapat
dibawahnya.
Oleh sebab itu, topologi ini
sering digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hierarki yang berbeda.
Pada topologi tree, setiap client dalam satu kelompok dapat berhubungan dengan
client dalam kelompok lain. Namun data yang dikirimkan oleh sebuah client,
harus melalui simpul pusat terlebih dahulu sebelum sampai ke client tujuan.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree
Meskipun memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya banyak diterapkan
pada jaringan komputer di banyak tempat, topologi tree juga
memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangan topologi
tree:
Kelebihan Topologi Tree:
Ø
Mendukung
untuk diterapkan pada jaringan komputer dengan skala besar.
Ø
Pengembangan
jaringan atau penambahan client yang berada dibawah hub pusat dapat dilakukan
dengan mudah.
Ø
Identifikasi
kerusakan pada jaringan serta isolasi jaringan dapat dilakukan dengan mudah.
Ø
Jika
salah satu client mengalami kerusakan atau gangguan, tidak akan mempengaruhi
client lain.
Ø
Manajemen
data yang baik, sebab komunikasi terjadi secara point to point.
Kekurangan Topologi
Tree
Ø
Jika
kabel utama (backbone) rusak, maka seluruh jaringan akan terganggu.
Ø
Hub
memegang peran penting dalam jaringan, jika hub rusak maka seluruh jaringan
akan terganggu.
Ø
Jika
komputer yang berada di tingkat atas mengalami kerusakan atau gangguan, maka
komputer yang berada dibawahnya juga akan mengalami gangguan.
Ø
Biaya
yang diperlukan dalam membangun jaringan ini lebih mahal, sebab menggunakan
lebih banyak kabel dan hub.
Ø
Konfigurasi
dan pemasangan kabel dalam jaringan tree lebih rumit dibanding topologi lain.
Ø
Perawatan
dalam menjaga stabilitas jaringan cukup sulit dilakukan, sebab terdapat banyak
perancangan pada node.
Ø
Kinerja
jaringan serta aliran data lebih lambat, sebab komunikasi antar komputer tidak
bisa berjalan langsung, namun harus melalui hub terlebih dahulu.
Ø
Lalu
lintas data sangat padat, sebab melalui sebuah kabel utama (backbone), sehingga
kemungkinan terjadinya collision (tabrakan file data) sangat besar.
Topologi Hybrid
Pengertian Topologi Hybrid
Topologi
Hybrid merupakan penggabungan dari beberapa (dua atau lebih) topologi jaringan
yang berbeda. Misalnya ketika suatu jaringan yang menggunakan topologi Ring,
digabungkan dengan jaringan lain yang menggunakan topologi star; maka topologi
baru yang terbentuk dari gabungan kedua topologi jaringan ini disebut sebagai
topologi Hybrid. Jika jaringan yang digabungkan memiliki jenis topologi yang
sama, maka penggabungan kedua jaringan tersebut bukanlah topologi hybrid.
Misalnya jaringan dengan topologi bus digabungkan dengan jaringan lain yang
juga menggunakan topologi bus, maka penggabungan kedua jaringan tersebut tetap
merupakan topologi bus, bukan topologi hybrid Topologi Hybrid mengkombinasi dua
atau lebih topologi jaringan yang berbeda sedemikian rupa, sehingga topologi
jaringan yang dihasilkan tidak mengacu pada standar topologi yang ada; tidak
menampilkan karakteristik topologi tertentu.
Topologi ini seringkali menghasilkan tata
letak topologi yang rumit, sulit dipahami, sebab menggabungkan berbagai
struktur topologi. Meskipun demikian penggunaan topologi ini jarang menimbulkan
masalah.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrid
Sama seperti topologi lainnya,
topologi jaringan hybrid juga tidak sempurna. Topologi ini memiliki beberapa
kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:
Kelebihan Topologi Hybrid
Ø
Dapat menyatukan dua atau lebih
topologi jaringan yang berbeda.
Ø
Fleksibel dan efisien; dapat
diterapkan pada lingkungan jaringan yang berbeda, tanpa perlu merombak topologi
jaringan yang telah terbentuk sebelumnya. Selain itu dapat mengurangi space jaringan yang terbuang.
Ø
Kustomisasi, memungkinkan
penyesuaian cara pengaturan jaringan untuk mencapai tujuan tertentu.
Ø
Aliran data dapat bekerja dengan
sempurna meskipun berjalan dalam sejumlah lalu lintas jaringan yang berbeda akibat mengkombinasikan
berbagai konfigurasi topologi jaringan yang berbeda.
Ø
Sangat mudah untuk menambah node
atau koneksi peripheral baru, meskipun topologi jaringan berbeda.
Ø
Ketika salah satu link dalam
jaringan mengalami gangguan, bagian link jaringan lainnya tidak akan ikut
mengalami gangguan.
Ø
Kecepatan jaringan konsisten sebab
menggabungkan kelebihan dan menghilangkan kelemahan masing-masing topologi
jaringan.
Kekurangan Topologi Hybrid
1.
Pengelolaan jaringan cenderung
sulit, karena penggabungan beberapa topologi menyebabkan struktur jaringan
menjadi rumit dan sukar dipahami.
2.
Biaya untuk membangun topologi ini
cukup mahal, sebab menggunakan banyak hub dan kabel untuk menghubungkan jaringan.
3.
Biaya perawatan jaringan juga cukup
mahal. Hub harus terus bekerja meskipun salah satu node dalam jaringan tidak
bekerja, sebab hub harus mengelola beberapa jenis jaringan sekaligus.
4.
Instalasi dan konfigurasi jaringan
rumit, sebab harus menghubungkan beberapa topologi yang berbeda dan disaat yang
sama juga harus memastikan semua node berfungsi dengan baik.






