Nama :
Vega Gusti Ranov
Nim :
12162838
Kelas :
12.5D.01
Dosen : Prasojo Herdy Susanto
Repeater
Apakah repeater itu? Banyak sekali orang yang
bertanya-tanya mengenai repeater beserta dengan kegunaan dari repeater.
Repeater pada dasarnya berasal dari bahasa Inggris ‘repeat’ yang berarti
pengulangan. Jika diartikan dari suku kata, maka repeater dapat diartikan
sebagai pengulang kembali, ataupun jika disempurnakan dalam sebuah bahasa, maka
repeater merupakan alat yang berguna untuk mengulang dan meneruskan kembali
signal ke daerah sekitar perangkat ini.
Jika dikaji secara bahasa teknis, maka pengertian repeater adalah
alat yang berguna untuk menguatkan signal. Dengan alat ini, signal yang lemah
dapat ditingkatkan daya jangkaunya sehingga dapat digunakan untuk cakupan
wilayah yang lebih luas.
Fungsi Repeater
Ø Memperluas daya jangkau signal server
Ø untuk memperluas daya jangkau singnal. Jika signal lemah,
maka daya jangkaunya akan lebih sempit, sedangkan ketika signal kuat maka daya
jangkaunya akan lebih luas.
Ø Mengcover berbagai wilayah minim signal dari server
Ø Dengan menggunakan repeater, maka daerah yang minim signal
dapat dapat lebih mudah untuk mendapatkan signal. Hal ini dikarenakan, signal
yang lemah dibuat menjadi lebih kuat oleh alat ini.
Ø Memudahkan akses signal WiFi
Ø Dengan signal yang lebih kuat tentunya para pengguna
perangkat yang membutuhkan signal dapat lebih mudah mengakses signal tersebut.
Salah satu penerapan dari alat ini adalah pada signal WiFi.
Ø Meneruskan dan memaksimalkan signal
Ø meneruskan dan memaksimalkan signal. Dalam fungsi ini,
repeater bekerja dengan cara menangkap, mengelola, memperbesar, dan meneruskan
signal ke berbagai perangkat jaringan yang ada di sekitar alat ini.
Ø Memudahkan proses pengiriman dan penerimaan data
Ø Dengan signal yang lebih kuat proses pengiriman dan
penerimaan data antar sesama pengguna perangkat jaringan ataupun yang melalui
jaringan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Hal ini dapat diibaratkan seperti
halnya ketika mobil melaju di jalan tol (ketika menggunakan repeater).
Ø Meminimalisir penggunaan kabel jaringan
Ø
Sistem kerja dari repeater adalah
melalui signal wireless. Dengan menggunakan alat ini, maka penggunaan kabel
yang ribet dan semrawut dapat dihindari.
BRIDGE
Bridge atau
network bridge yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen
jaringan yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen
jaringan. Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area Network) komputer.
Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe jaringan komputer
yang berbeda seperti Ehernet. Bridge akan
memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen
jaringan kemudian menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data yang
diperlukan melalui jaringan.
Bridge biasanya menggunakan topologi tree.
Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data
yang akan dipindahkan. Dara akan menempuh beberapa jalur yang seringkali
mengakibatkan keterlambatan transmisi data. Ibaratnya sebuah paket, bridge
berguna untuk menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket
akan ditolak, sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke
segmen tujuan.
Cara kerja bridge jauh lebih canggih daripada repeater, walau
begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan data link layer
model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI,
bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi
yang berbeda atau medium access control yang
berbeda. Berbeda dengan router yang bekerja pada lapisan jaringan dan repeater
yang bekerja pada lapisan fisik.
Fungsi Bridge
Secara
umum, bridge adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan.
Bridge juga berfungsi untuk memecah satu jaringan yang besar menjadi dua
jaringan lebih kecil sehingga akan meningkatkan performa jaringan. Fungsi
bridge lainnya secara detail dapat dijabarkan dalam beberapa poin berikut :
1.
Sebagai Penghubung Dua Jaringan di Tempat Jauh
Secara geografis, misalnya
saja di sebuah universitas, terdapat beberapa bangunan yang terpisah cukup
jauh. Akan lebih ekonomis untuk memiliki LAN yang terpisah di masing-masing
bangunan dan menghubungkannya dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan
semua tempat dengan menggunakan kabel koaksial.
2.
Otonomi dari Masing-masing Jaringan
Seperti di jaringan
perkantoran, setiap departemen memiliki kepentingannya masing-masing, memiliki
komputer pribadi, workstation, dan servernya sendiri. Setiap departemen yang
tujuan berbeda akan lebih baik dengan jaringan yang berbeda namun terhubung
dengan menggunakan bridge.
3. Untuk Mengakomodasi Beban Jaringan
Misalkan di sebuah universitas banyak workstation yang
kelebihan beban karena banyak dipakai oleh mahasiswa dan dosen untuk dipakai
meminta file yang berada di mesin file server untuk diunduh ke mesin pengguna
berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka akan menghambat
penyimpanan di LAN tunggal, sehingga akan lebih baik menggunakan dua LAN yang
dihubungkan dengan bridge.
Kelebihan
dan Kekurangan Bridge
Sebagai sebuah jembatan jaringan, bridge memiliki kelebihan
dan kekurangan tersendiri. Kelebihan bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada
lapisan Data Link, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya
transmisi dari satu protokol ke protokol lainnya. Selain itu, bridge juga mampu
mendukung beberapa protokol seperti NetBEUI dan LAT yang tidak mungkin dilayani oleh router.
Walau
begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak dimungkinkannya transmisi
melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, bridge juga hanya
meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya dengan kecepatan 10
MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa menerjemahkan
komunikasi antar protokol.
Cara Kerja Bridge
Untuk
memahami cara kerja bridge, bridge dapat diibaratkan seperti ‘repeater yang
cerdas’. Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal yang datang dari sebuah
kabel jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal tersebut, kemudian mengirim
sinyal tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater melakukan kerjanya
ini secara buta tanpa
memperhatikan isi pesan yang terkandung dalam sinyal tersebut.
Kontras dengan kerja repeater, bridge merupakan alat yang
sedikit lebih cerdas. Bridge mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge
mampu menerima sinyal dan secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer
di dua jaringan yang terhubung melalui bridge. Kemudian bridge juga mampu
memilah pesan yang datang dari satu sisi jaringan, kemudian melakukan broadcast di jaringan
lainnya, namun jika dan hanya jika sinyal pesan dari satu jaringan tersebut
memang ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang lain.
Sekian
pembahasan kali ini mengenai pengertian bridge beserta fungsi dan cara kerja
bridge. Bridge ini mempunyai banyak manfaat, salah satunya bisa digunakan untuk
menghubungkan departemen marketing dan departemen keuangan di suatu perusahaan,
dengan masing-masing departemen memiliki server tersendiri. Bridge kemudian
bekerja agar kedua jaringan tidak saling membuat macet. Bridge mampu menghubungkan
satu komputer di departemen marketing
dansatu lainnya di departemen
keuangan ketika dibutuhkan. Dengan begitu, secara keseluruhan kinerja kedua
jaringan tersebut meningkat.
Network Interface Card (NIC)
Network Interface
Card (NIC) atau sering disebut network card (kartu jaringan) merupakan komponen
kunci pada terminal jaringan. Fungsi utamanya adalah mengirim data ke jaringan
dan menerima data yang dikirim ke terminal kerja. Selain itu NIC juga
mengontrol data flow antara sistem komputer dengan sistem kabel yang terpasang
dan menerima data yang dikirim dari komputer lain lewat kabel dan
menterjemahkannaya ke dalam bit dimengerti oleh komputer.
Meskipun NIC diproduksi oleh beberapa manufaktur, namun semuanya
dapat digunakan untuk berhubungan dengan lainnya dalam sistem jaringan yang
umum digunakan (Netware, Windows NT dan sebagainya). Masalah
kompatibilitas yang lebih penting adalah jenis bus workstation, dimana kartu
jaringan itu diinstalasi. Misalnya, Anda tidak dapat menggunakan kartu jaringan
32 bit dalam bus16 bit. Namun sebagian besar kartu jaringan 16 bit dapat
bekerja akurat meskipun lambat dalam bus 32 bit. Kartu jaringan juga dirancang
untuk arsitektur bus tertentu, banyak kartu jaringan ISA yang masuk ke dalam
slot EISA tetapi jenis kartu jaringan yang lain hanya dapat masuk ke slot
tertentu dengan rancangan bus yang tertentu pula.
Network card atau NIC juga bisa dibeli sesuai dengan kebutuhan,
jika menggunakan kabel UTP maka diperlukan network card dengan interface BNC.
Namun, dipasaran tersedia pula network card dengan interface UTP dan BNC
sekaligus atau seringkali disebut network card Combo. Network card menyediakan
sejumlah pilihan konfigurasi yang menjamin kemampuan card untuk bisa digunakan
bersama piranti yang lain dalam komputer yang sama dan memberi respons yang
benar terhadap sistem operasi. Apabila Anda menggunakan jaringan berbasis
PC, maka hal yang perlu diperhatikan dari NIC adalah settingnya agar tidak
terjadi konflik dengan piranti yang lain.
Fungsi NIC :
- Media pengirim data ke komputer lain di dalam jaringan.
- Mengontrol data flow antara komputer dan sistem kabel.
- Menerima data yang dikirim dari komputer lain lewat
kabel dan menerjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar